Linux adalah nama yang diberikan system computer bertipe
unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak
bebas terbuka dan sumber utama terbuka.
Jika asal usul MSDOS/Windows berasal dari pengembangan QDOS yang
dilakukan Bill Gates, maka unix merupakan salah satu system operasi yang
mengawali lahirnya libux. Pada tahun 1965, para ahli membuat system operasi
bernama Multics. System ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan
beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor dan multilevel
filesistem. Namun, pada tahun 1969 pembuatan program ini dihentikan karena
system ini sudah tidak memenuhi tujuan semula.
Pada tahun 1991 di Finlandia, seorang mahasiswa ilmu computer bernama Linus Tovald berhasil mengembangkan OS berbasis Unix dari system operasi Minix yang diberi nama linux. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 oprekan Linus dan pada tanggal 5 Oktober 1991 secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler.
Selain itu, Linus juga mempublikasikan system operasi buatannya tersebut lengkap dengan ditemui, computer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut.
Hingga saat ini linux telah berkembang pesat, karena OS-nya yang free, Linux juga sebagai satu-satunya OS yang berbasis Open Source yang dapat dimodifikasi oleh siapa saja yang ingin mengembangkan linux. Hingga lahirlah berbagai OS berbasis linux, seperti Fedora Core, Ubuntu, Mandrake, dll. Bahkan pada tahun 2002 di Indonesia sendiri juga lahir berbagai OS buatan anak negeri berbasi Linux bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.
Kelebihan :
Linux merupakan sistem operasi
bebas dan terbuka (open source). Sehingga tidak perlu biaya lisensi
untuk membeli atau menggunakan Linux, gratis.Linux mudah digunakan. Dulu, Linux
dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para
hacker karena masih berbasis teks (DOS). Namun, kini Linux mudah digunakan
hampir semudah menggunakan Windows, bahkan masalah style pun,
Linux lebih baik dari Windows 7.Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows,
telah terdapat alternatifnya di Linux karena banyak komunitas-komunitas
pengembangnya, semisal sourceforge.net. , atau bila terpaksa kita bisa
menjalankan software untuk Windows di Linux dengan bantuan emulator seperti
Wine sehingga file .exe dan .msi dapat dijalankan.Keamanan. Hampir
semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan,
adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Linux sejak
awal didesain multi-user, sehingga bila virus menjangkiti user
tertentu, akan sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain.
Beberapa orang berpendapat bahwa Linux lebih aman karena jumlah penggunanya
lebih sedikit dibanding Windows, namun anggapan itu tidaklah tepat.Linux
relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat
dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX,
juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan
harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian
tersebut.Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better
backward-compatibilty). Perangkat keras yang telah berusia lama, masih
sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Selain itu,
tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada
Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus
mengikuti perkembangan perangkat keras, seperti kasus file .docx (Word
2007-2010) yang tidak bisa dibuka dengan Microsoft Word 2003 atau
versi dibawahnya.Dukungan komunitas yang beragam dan menyebar di seluruh dunia.
Linux selain gratis untuk
digunakan, gratis pula untuk dimodifikasi dan didistribusikan ulang. Bahkan
kita dapat mengembangkan distro kita sendiri.Beragam pilihan. Hal ini bisa
menjadi kelebihan maupun kekurangan. Banyak distro bermunculan, contoh yang
populer seperti Ubuntu, Debian, RedHat, openSuSe, Fedora, Mandriva (Mandrake),
dsb. Keanekaragaman ini memberi kita banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan
masing-masing, namun di satu sisi hal ini juga akan membingungkan calon
pengguna Linux. Lihat chart distribusi Linux
di http://distrowatch.com untuk mengetahui rangking distro-distro
Linux.Linux membutuhkan resource yang lebih kecil dari
Windows, sehingga cocok untuk komputer dengan spesifikasi minimal. Selain itu
hampir semua distro populer menyediakan versi 32 bit maupun 64 bit.Linux dapat
berjalan dalam dua mode, modus teks dan modus GUI namun pada umumnya modus teks
(terminal) ini lah yang menjadi kekuatan Linux. Modus GUI sendiri memiliki
banyak pilhan desktop environment-nya seperti KDE, Gnome, BlackBox, XFCE.
Kekurangan:
Banyak pengguna yang belum
terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’, takut untuk beralih
dari Windows.
Dukungan perangkat keras dari
vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar
perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di
Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.Proses instalasi software / aplikasi
yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih
mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya.
Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan
beserta dependencies-nya.Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan
Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini.
Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar
hal-hal baru dan terus-menerus belajar.Aplikasi-aplikasi di Linux belum seampuh
aplikasi di Windows.Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi
yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.
Sumber : http://yopyrinaldi.blogspot.com/2012/03/sejarah-perkembangan-sistem-operasi.html



0 komentar